PISEW

 

PISEW adalah kepanjangan dari Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah. Program ini dibawah naungan Kementrian PUPR .Infrastruktur sosial ekonomi yang dimaksud adalah pembangunan di bidang sarana prasarana produksi, pemasaran, wisata dll, adapun wilayah yang dimaksdu adalah wilayah kecamatan yang meliputi beberapa desa, minimal dua (2) desa , dimana desa yang satu menjadi desa utama dan desa yang lain menjadi desa penyangga.

Dokumen Profil Kawasan

 

 

 

  1. Pendahuluan
  • Latar Belakang

Berbagai upaya untuk mengatasi masalah kesenjangan antar wilayah, kemiskinan, dan pengangguran, telah dilaksanakan oleh Pemerintah melalui berbagai kebijakan dan kegiatan nasional. Kementerian Pekerjaan Umum (Direktorat Jenderal Cipta Karya) sejak tahun 1970-an telah melakukan program pembangunan perdesaan melalui beberapa pendekatan. Hal ini diawali dengan program  Pemugaran  Permukiman  dan  Perumahan Desa (P3D) yang bertujuan untuk meningkatkan mutu rumah/perumahan serta prasarana dan          sarana di kawasan perdesaan. Dalam pelaksanaan P3D telah dikembangkan pendekatan Tribina (bina manusia, bina lingkungan, dan bina usaha), dan mulai dilaksanakannya metode “melatih sambil mengerjakan” yang saat ini dikenal dengan “pemberdayaan masyarakat”.

Dari pendekatan P3D yang bersifat sektoral, berkembang dengan pendekatan holistis dan berdimensi kawasan menjadi program Pemugaran Perumahan dan Lingkungan Desa secara Terpadu (P2LDT). Tahun 1980-an P2LDT dilanjutkan dengan pendekatan Pembangunan Permukiman Desa Pusat Pertumbuhan (P2DPP), yang kemudian berkembang lagi menjadi program Kawasan Terpilih Pembangunan Pusat Desa (KTP2D) yang bertujuan untuk mewujudkan kemandirian pembangunan perdesaan berdasarkan potensi unggulan di wilayah setempat. Pada tahun 2002 Program Pengembangan Kawasan Agropolitan mulai dilaksanakan bersama Kementerian Pertanian. Strategi yang digunakan        adalah  mendorong dan mendukung pembangunan kegiatan sektor pertanian dan sektor komplemennya di wilayah perdesaan.

Seiring dengan pembentukan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Konsep  ini  juga dilaksanakan untuk Program Pengembangan Kawasan Minapolitan yang berfokus pada potensi perikanan. Dalam rangka pengembangan ekonomi lokal dan perdesaan melalui pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi, program Kota Terpadu Mandiri (KTM) dilaksanakan bersama Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada tahun 2010.

Pada tahun 2007 Pemerintah melaksanakan kebijakan terpadu percepatan penanggulangan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja melalui program pemberdayaan masyarakat, yakni “Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri”. Program ini dilaksanakan melalui beberapa program yang dikelola oleh beberapa kementerian dan berorientasi            pada pemberdayaan masyarakat serta pembangunan infrastruktur dengan pola padat karya. Pelaksanaan PNPM-Mandiri dikoordinasi oleh Kemenko-Kesra saat itu,  dimana  seluruh  kecamatan  di  Indonesia  mendapat dana dalam bentuk Bantuan Langsung Masyarakat (BLM). Dalam kegiatan PNPM-Mandiri, KementerianPekerjaan        Umum melaksanakan beberapa program, yaitu :

 

  1. PNPM-Mandiri Perkotaan;
  2. PNPM-Mandiri Rural Infrastructure Support (RIS);
  3. Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP); serta
  4. PNPM-Mandiri Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PNPM-PISEW), dilaksanakan bersama Bappenas dan Kementerian Dalam Neger Dalam pelaksanaannya, Direktorat Jenderal  Cipta  Karya bertindak  sebagai lembaga pelaksana (executing agency) dibawah koordinasi        Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas. Kementerian Dalam Negeri membantu dalam bidang sosialisasi, diseminasi, publikasi,      kampanye program, dan pelatihan (penguatan kelembagaan). Selain      bekerja sama dengan dua lembaga tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum juga berkoordinasi dengan kementerian terkait (pertanian, kelautan dan perikanan, pendidikan, serta kesehatan).

Berdasarkan pengalaman dalam pembangunan permukiman pada kawasan perdesaan, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memandang perlu untuk meningkatkan dan mengembangkan infrastruktur yang mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan permukiman dalam skala         perdesaan (supra desa), serta meningkatkan kualitas permukiman perdesaan dengan target nasional seluas 78.384 ha. Pengembangan ekonomi lokal memiliki posisi strategis dalam RPJMN tahun 2015-2019, sekaligus tertuang dalam Nawacita Presiden Republik Indonesia :

Ke-3 :       membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkua daerah-daerah dan desa dalam kerangka kesatuan.

Ke-6 :       meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, sehingga bangsa Indonesia dapat maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

Ke-7:        mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Beberapa sasaran Nawacita   pun tertuang dalam rencana pembangunan berbagai infrastruktur, seperti transportasi, sanitasi, kesehatan, peningkatan dan pemasaran hasil produksi. Berdasarkan latar belakang dan kondisi tersebut, maka Petunjuk Pelaksanaan Pengembangan Infrastruktur Sosial    Ekonomi Wilayah (PISEW) ini disusun sebagai acuan untuk pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2017

 

Tujuan Kegiatan

Menyediakan atau Meningkatkan infrastruktur dengan pendekatan partisipasi masyarakat dalam skala kawasan untuk meningkatkan sosial ekonomi wilayah.

 

Sasaran Kegiatan

Sasaran kegiatanProgram PISEW meliputi:

  1. Terbangun infrastruktur dasar skala wilayah kecamatan guna mendorong pengembangan sosial dan ekonomi lokal, berdasarkan potensi atau komoditas unggulan, yang dapat berupa:

1)  infrastruktur transportasi;

2)  infrastruktur air minum dan sanitasi;

3)  infrastruktur penunjang produksi pertanian dan industri; dan

4)  infrastruktur peningkatan prasarana pendukung pemasaran pertanian,  peternakan, perikanan, industri dan pendukung kegiatan pariwisata.

  1. b. Meningkatnya kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan.
  2. c. Mendayagunakan sumber daya dan tenaga kerja lokal dalam pembangunan.

 

1.2 Lokasi Sasaran PISEW

  1. Lokasi Pelaksanaan

Lokasi pelaksanaan kegiatan Program PISEW adalah kawasan permukiman di kecamatan yang ditetapkan oleh Menteri PUPR, berdasarkan kriteria sebagai berikut :

  1. a. Memiliki potensi lokal yang        dapat    dikembangkan sebagai kawas-an pusat pertumbuhan;
  2. b. Merupakan kebijakan Pemerintah yang dapat mempercepat pengembangan ekonomi kawasan dan/atau menciptakan lapangan kerja; dan
  3. c. Sesuai dengan arahan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten.

Harmonisasi dalam pemilihan kecamatan sasaran ditujukan untuk memadukan aspek ruang kawasan dan manfaatnya bagi pengembangan potensi lokal. Lokasi terlihat pada gambar dibawah ini :

peta
pisew
  1. Pengertian
  • Kawasan Perdesaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.’(Pasal 1 Ketentuan Umum UUPR 26/2007)
  • Kawasan Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan, yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan.(Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman)
  1. Kawasan Program Prioritas PISEW

Kawasan Prioritas Program PISEW adalah kawasan yang terdiri dari satu desa berkembang yang merupakan desa sentra produksi ataupun desa pengumpul bahan baku, dengan didukung desa penyangga dalam satu kecamatan.

 

Lokasi sasaran Program PISEW 2018 di Kabupaten Grobogan Propinsi Jawa Tengah  sesuai SK Menteri PUPR Nomor 164/ KPTS/ M 2018, dengan Lokasi sebagai berikut :

  1. Kecamatan Purwodadi
  2. Kecamatan Toroh

Kecamatan Purwodadi yang merupakan salah satu penerima Program PISEW 2018

Adalah sebagai berikut :

  1. KONDISI GEOGRAFI

LETAK DAN LUAS WILAYAH KECAMATAN PURWODADI

Kecamatan Purwodadi, adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Grobogan. Wilayah Kecamatan Purwodadi berbatasan dengan :

  • Sebelah Barat :  Kecamatan Penawangan.
  • Sebelah Utara :  Kecamatan Grobogan.
  • Sebelah Timur              :  Kecamatan Pulokulon.
  • Sebelah Selatan             :  Kecamatan Toroh.

Berdasarkan hasil Evaluasi Penggunaan Tanah (EPT) tahun 1983 Kecamatan Purwodadi mempunyai luas 7.764,63 Ha. Jarak dari utara ke selatan ± 6 Km dan jarak dari barat ke timur ± 0 Km.

Jarak Kecamatan Purwodadi ke beberapa kota sekitarnya adalah sebagai berikut :

  • Purwodadi ke Semarang : ± 64 Km
  • Purwodadi ke Demak : ± 39 Km
  • Purwodadi ke Kudus : ± 45 Km
  • Purwodadi ke Pati : ± 45 Km
  • Purwodadi ke Blora : ± 64 Km
  • Purwodadi ke Sragen : ± 64 Km
  • Purwodadi ke Surakarta : ± 64 Km

Secara administratif Kecamatan Purwodadi terdiri dari 13 desa dan 4 kelurahan, dengan ibukota kecamatan di Kelurahan Purwodadi

KARAKTERISTIK  WILAYAH

  1. KEADAAN ALAM

Ketinggian rata-rata Kecamatan Purwodadi +22 m diatas permukaan laut.

Berdasarkan letak geografis dan reliefnya, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan merupakan kecamatan yang tiang penyangga perekonomiannya berada pada sektor pertanian dan merupakan daerah yang cenderung cukup sulit mendapatkan air bersih.

 

  1. LAHAN PERTANIAN

Dari hasil laporan Dinas Pertanian TPH (SPVA) diperoleh data mengenai luas tanah keadaan tahun 2018 untuk Kecamatan Purwodadi  seluruhnya seluas 7.764,63 Ha yang terdiri dari :

  1. Tanah Sawah : 022 Ha
  2. Tanah Kering : 2.742,63 Ha

Dilihat dari kondisi pengairan yang ada, pada kenyataannya di musim kemarau sistem pengairan tersebut tidak dapat diharapkan manfaatnya. Dari tanah sawah seluas : 5.022 Ha dapat digolongkan ke dalam :

  1. Irigasi : 185 Ha
  2. Tadah Hujan : 837 Ha
  3. Sedangkan tanah kering / bukan sawah seluas 742,63 Ha tersebut terdiri dari :
  4. Pekarangan/Bangunan : 141 Ha
  5. Tegalan/Kebun : 203 Ha
  6. Tambak/Kolam :,43 Ha
  7. Padang Gembala : 0,000 Ha
  8. Hutan Negara : 0 Ha
  9. Lain-lain : 383,2 Ha
  10. KONDISI DEMOGRAFI

LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK s/d 2018

Berdasarkan hasil proyeksi penduduk, jumlah penduduk Kecamatan Purwodadi pada tahun 2018 mencapai 134.354 jiwa. Dari hasil proyeksi tersebut, diperoleh rasio jenis kelamin penduduk Kec.Purwodadi dibawah 100 yaitu sebesar 96,53. Hal ini menggambarkan bahwa jumlah perempuan lebih banyak daripada jumlah penduduk laki-laki.

Perkembangan jumlah penduduk Kecamatan Purwodadi s/d. tahun 2018 dapat dilihat dalam tabel berikut:

No TAHUN JENIS KELAMIN JUMLAH
L P
1 2016 64.638 66.957 131.595
2 2017 65.326 67.664 132.990
3 2018 65.990 68.364 134.354

 

Adapun jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin di tiap desa / kelurahan  tahun 2018 dapat dilihat dalam tabel dibawah ini :

No Desa/Kelurahan JENIS KELAMIN JUMLAH
L P
1 Candisari 2.038 2.082 4.120
2 Genuksuran 2.213 2.184 4.397
3 Danyang 4.594 4.835 9.429
4 Kalongan 5.120 5.355 10.475
5 Ngraji 4.605 4.808 9.413
6 Kandangan 2.749 2.693 5.442
7 Nambuhan 3.836 3.896 7.732
8 Warukaranganyar 2.047 2.166 4.213
9 Nglobar 2.061 2.088 4.149
10 Kedungrejo 2.841 2.822 5.663
11 Karanganyar 2.948 2.988 5.936
12 Purwodadi 11.244 12.311 23.555
13 Kuripan 9.295 9.516 18.811
14 Ngembak 3.040 3.031 6.071
15 Cingkrong 3.101 3.188 6.289
16 Pulorejo 1.763 1.804 3.567
17 Putat 2.495 2.597 5.092

 

 

  1. SOSIAL EKONOMI

Sosial Ekonomi

  • Pendidikan

Pendidikan merupakan sarana penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas,untuk itu sangat diperlukan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dan representative guna menunjang Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun dan mulai tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Grobogan sudah mencanangkan wajib belajar 12 tahun. Jumlah sarana dan prasarana pendidikan di Kecamatan Purwodadi Tahun 2018 adalah : Taman Kanak-Kanak sebanyak 34 unit, SDN sebanyak 91 sekolah, Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 9 sekolah, SMPN sebanyak 7 sekolah, SMP Swasta sebanyak 3 sekolah dan / MTs sebanyak 1 sekolah, SMAN ada 1 sekolah dan Madrasah Aliyah sebanyak 1 Sekolah, SMA  Swasta / Sederajat sebanyak  2

smu 1
smu 1 pwdd
smp 7
pwdd

 

       

                         SMP N 7 PURWODADI

 

  • Kesehatan

Kesehatan merupakan faktor penting dalam kwalitas hidup manusia. Di Kecamatan Purwodadi tenaga kesehatan  seperti dokter ada 20 orang, Manteri Kesehatan 17 orag, Bidan 34 orang bahkan di setiap desa di kecamatan Purwodadi sudah ada tenaga bidan dan perawat,untuk sarana dan prasarana di Kecamatan Purwodadi seperti Puskesmas ada 2 buah, Pustu ada 17 buah, praktek Dokter Umum ada 1 buah dan disetiap desa di wilayah Kecamatan Purwodadi sudah ada Posyandu yaitu 40 buah, sedangkan Polindes/Poskesdes di wilayah Kecamatan Purwodadi ada 11 buah.

Program Keluarga Berencana di wilayah Kecamatan Purwodadi  sudah tersedia petugas penyuluh KB sebanyak 3 orang  secara fungsional mereka memberikan penyuluhan dan motivasi kepada masyarakat. Tahun 2015 di Kecamatan Purwodadi ada Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 10.122 pasangan  yang  menggunaan alat kontrasepsi sebesar 81,40 persen dari total pasangan usia subur dengan perincian sebagai berikut : IUD sebanyak 161, MOW Sebanyak 194, MOP Sebanyak 18, Kondom Sebanyak 28, IMPLANT sebanyak 372, Suntik 5.326 , PIL Sebanyak1.2.140 pasangan.

PUSKESMAS PURWODADI 1 POSYANDU MAWAR DESA CANDISARI

 

  • Pendapatan Rata-Rata per Kapita

Surat Pemberitahuan pajak dan realisasi pemerimaan pajak sangatlah penting guna menunjang jalannya roda pemerintahan. Di wilayah Kecamatan Purwodadi surat pemberitahuan pajak tahun 2015 adalah sebanyak 22.948, mengalami penurunan 1,08 persen dibanding tahun 2014 yaitu sebanyak 23.199. Dari jumlah surat pajak tersebut diperoleh hasil pajak sebanyak Rp. 497.816.000,- . Dari target yang diharapkan terpenuhi 72,94 persen. Berikut data lengkap mengenai penerimaan pajak kecamatan Purwodadi :

Pemasukan Pajak Bumi Dan Bangunan Kecamatan Purwodadi Tahun : 2017 – 2018
Desa Target Pemasukan Persentase
(000,-) PBB PBB
  (000,-) ( % )
(1) (2) (3) (4)
Candisari 42.072 32.013 76,09
Genuksuran 26.234 23.653 90,16
Danyang 21.474 17.302 80,57
Kalongan 41.978 41.978 100,00
Ngraji 31.176 28.541 91,55
Kandangan 41.889 29.496 70,41
Nambuhan 17.336 17.336 100,00
Warukaranganyar 30.983 19.511 62,97
Nglobar 31.923 29.080 91,09
Kedungrejo 36.612 27.401 74,84
Karanganyar 65.739 49.003 74,54
Purwodadi 26.306 19.057 72,44
Kuripan 50.314 36.739 73,02
Ngembak 43.286 43.286 100,00
Cingkrong 67.181 30.871 45,95
Pulorejo 107.957 52.549 48,68
Jumlah 2018 682.460 497.816 72,94
2017 692.388 547.678 79,10

 

  • Struktur Ekonomi

Mata pencaharian penduduk Kecamatan Purwodadi  sebagian besar masih di sektor Pertanian 78,64%, urutan kedua adalah sektor Industri baik sebagai buruh maupun usaha sebesar 10,77%  ,urutan yang ketiga adalah sektor perdagangan sebesar 4,62 % dan yang keempat di sektor Jasa-Jasa sebesar 2,52%. Pertanian merupakan sector lapangan usaha bagi mayoritas penduduk di Kecamatan Purwodadi, jenis yang di usahakan adalah Padi dan Jagung pada tahun 2018 luas areal tanaman padi mencapai 3.828 Ha dengan Produksi sebesar 27.576,36 ton, luas areal tanaman jagung 65,00 Ha dengan produksi sebesar  65,00 ton, selain tanaman padi dan jagung petani di  kecamatan Purwodadi juga menanam tanaman pertanian lainya seperti Bawang merah dengan luas areal tanaman sebesar 1.675 Ha dengan produsi sebesar 16 ton, luas areal semangka 14,70 Ha dengan produksi 60 ton. selain tanaman pertanian tersebut Kecamatan Purwodadi juga menghaslkan tanaman perdagangan yang secara rutin produksi setiap tahun berupa tanaman holtikultura

Tanaman Melon

Tanaman Bawang Merah

Tanaman Padi

 

Untuk usaha peternakan di Kecamatan Purwodadi yang banyak diusahakan sebagian besar adalah ternak ungas khususnya Ayam ras pedaging, kemudian ayam kampung, itik/bebek, itik , burung puyuh. Untuk ternak besar dan kecil seperti sapi ,kerbau dan ternak kecil seperti kambing ,domba dan lain lain.

Lembaga keuangan sangat pentng sekali di dalam menunjang dan kelancaran perekonomian di suatu daerah, indikasinya bahwa semakin banyak lembaga keuangan seperti perbankkan, koperasi berarti wilayah tersebut perekonomiannya semakin maju, untuk Kecamatan Purwodadi jumlah Bank umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR) pada tahun 2018 yaitu sebanyak 4 unit, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sebanyak 7 unit, Dan KUD (Koperasi Unit Desa) sebanyak 1 unit.

BRI PURWODADI

 

 

PASAR PAGI PURWODADI (BUAH & SAYUR)

 

  • Kondisi Permukiman dan Perumahan

Mayoritas tipe rumah penduduk Kecamatan Purwodadi sudah rumah Semi permanen / rumah dari Kayu.Untuk bangunan rumh yang Permanen dapat dijupai diwilayah perkotaan.

Kondisi Infrastruktur

.              -Prasarana Transportasi Jalan

Jalan merupakan suatu prasarana perhubungan darat dalam bentuk apapun, meliputi segala bagian jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas. Jalan sebagai bagian prasarana transportasi mempunyai peran penting dalam bidang ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, politik, pertahanan dan keamanan, serta dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Jalan sebagai prasarana distribusi barang dan jasa merupakan urat nadi kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Bangunan pelengkap jalan adalah bangunan yang tidak dapat dipisahkan dari jalan, antara lain: jembatan, tempat parkir, gorong-gorong, tembok penahan, saluran air dan seterusnya. Perlengkapan jalan antara lain adalah: rambu-rambu dan marka jalan, pagar pengaman lalu lintas, pagar ruang milik jalan, lampu, dan lain-lain.

Jalan mempunyai suatu sistem jaringan jalan yang mengikat dan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan dengan wilayah yang berada dalam pengaruh pelayanannya dalam suatu hubungan hirarki. Selanjutnya jalan dapat dibagi lagi dalam sistem jaringan jalan yang mencakup sistem jaringan jalan primer dan sistem jaringan jalan sekunder, yang dapat diuraikan sebagai   berikut:

  1. Sistem Jaringan Jalan Primer adalah adalah sistem jaringan jalan yang bersifat menerus, menghubungkan semua simpul jasa distribusi serta menghubungkan pintu gerbang utama dan ibukota provinsi serta mengikuti ketentuan tata ruang dan struktur pengembangan tingkat nasional.
  2. Sistem Jaringan Jalan Sekunder adalah sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan jasa distribusi untuk masyarakat di dalam kota serta mengikuti ketentuan tata ruang kota.

Kondisi sarana jalan di wilayah kecamatan purwodadi sebagian besar kondisinya relative masih bagus namun tingkat kerusakan kondisi jalan setiap tahun mengalami peningkatan panjang jalan di kecamatan Purwodadi mencapai 74 Km sebagian jenis permukaannya jalan Aspal sebesar 20,54 persen, 30,81 persen permukaanya adalah Krikil / makadam, dan sisanya Tanah 48,65 persen. Jaringan jalan yang berada di bawah kewenangan SKPD Bina Marga di wilayah Kecamatan Purwodadi kondisinya sudah cukup baik untuk wilayah Perkotaan sedangkan untuk wilayah perdesaan kondisinya sangat memprihatinkan/ rusak dengan jenis permukaan jalan sebagian berupa jalan aspal dan sebagain tanah

 

 

Jenis Permukaan, Kondisi dan Kelas Jalan Tahun 2016 – 2018
Keadaan Panjang Jalan
2016 2017 2018
  (Km) (Km) (Km)
(1) (3) (4) (4)
  I. JenisPermukaan
     a. Aspal 15,20 15,20 15,20
     b. Kerikil 22,80 22,80 22,80
     c. Tanah 36,00 36,00 36,00
     d. Lainnya 15,60 15,60 15,60
Jumlah 74,00 74,00 74,00
 II. KondisiJalan
     a. Baik 73,00 73,00 73,00
     b. Sedang 1,00 1,00 1,00
     c. Rusak 0,00 0,00 0,00
     d. RusakBerat 0,00 0,00 0,00
Jumlah 74,00 74,00 74,00
III. KelasJalan
     a. Kelas I 0,00 0,00 0,00
     b. Kelas II 0,00 0,00 0,00
     c. Kelas III 0,00 0,00 0,00
     d. Kelas IIIA 3,50 3,50 3,50
Keadaan Panjang Jalan
2016

(Km)

2017

(Km)

2018

(Km)

     e. Kelas IV 9,70 9,70 9,70
     f. Kelas V 0,00 0,00 0,00
     g. Lainnya 60,80 60,80 60,80
Jumlah 74,00 74,00 74,00

 

 

  • Prasarana Air Minum dan Sanitasi

Masyarakat di Kecamatan Purwodadi menggunakan air bersih yang berasal dari Sumur Artesis, Sumur Gali dan PDAM. Sumber air yang paling banyak digunakan adalah sumur gali sebanyak 69,4%, Sumur Artetis sebanyak 26,8%, sedangkan yang menggunakan PAM sebanyak 3,8%.dari jumlah total sarana air bersih yang ada Masyarakat Kecamatan Rowosari yang menggunakan Air bersih Terus mengalami peningkatan seiring dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat menggunakan Air bersih berarti semakin meningkatnya derajat kesehatan Masyarakat di Kecamatan Purwodadi.

 

  • Prasarana Penunjang Produksi Pertanian (irigasi kecil perdesaan dan bangunan pelengkapnya)

Masyarakat / penduduk Kecamatan Purwodadi  yang mata pencaharain paling besar di sektor pertanian yaitu 78,64%. Maka pertanian memerlukan prasaran penunjang untuk menopang hasil pertanian yaitu irigasi desa. Untuk wilayah kecamatan Purwodadi di lewati beberapa sungai / Daerah Aliran Sungai salah satunya Sungai Serang  dan bebrapa Daerah Irigasi yang melintasi wilayah Kecamatan Purwodadi yaitu Daerah Irigasi GD4TE. Sehingga Saluran Sekunder yang berada di wilayah kecamatan Purwodadi sudah sangat memadai untuk mengairi potensi pertanian yang ada di Kecamatan Purwodadi.

 

Prasarana Pendukung Pemasaran Pertanian, Peternakan, Perikanan, Industri dan Kegiatan Pariwisata.

GRAND MASTER PARK

KOLAM RENANG AYODYA

 

Gambaran Umum Kawasan

Lokasi sasaran Program PISEW 2018 di Kabupaten Grobogan Propinsi Jawa Tengah  sesuai SK Menteri PUPR Nomor 164/ KPTS/ M 2018, dengan Lokasi sebagai berikut :

  1. Kecamatan Purwodadi
  2. Kecamatan Totoh

Kecamatan Prwodadi yang merupakan salah satu penerima Program PISEW 2018 adalah Kecamatan yeng terdiri dari 17 Desa. Dari 17 Desa telah terpilih satu Kawasan yang terdiri dari 1 Desa Pusat dan 1 Desa Penyangga berdasarkan SK Menteri PUPR Nomor 164/ KPTS/ M 2018 yaitu :

  1. Tim Survey Satker Prop

    Desa Candisari

  2. survei tim satker cingkrong

    Desa Cingkrong

Dari Kawasan tersebut Desa Candisari  merupakan Desa Pusat Kawasan dan Desa Cingkrong sebagai Desa Penyangga.

Kegiatan Pisew ini di mulai dari PK 1 (Pertemuan Kecamatan I) dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi Pisew ,tahapan pencairan dana ny dan penandatanganintegritas.

kemudian dilanjutkan dengan survei lokasi  yang akan mendapatkan program pisew ini

 

sehinnga  menghasilkan DED RAB

 

 

Selanjutnya kegiatan Pra Pelaksana, dlam kegiatan ini meliputi penjelasan tentang pelaksanaan kegiatan Pisew, kapan akan di mulai, berapa tenaga kerja nya, siapa yang bekerja ,bagaimana metode kerja nya, dan berapa upahnya

Pra Pelaksana

Tahap Pelaksanaan pekerjaan, di tahap ini setiap minggu nya ada laporan mingguan tentang perkembangan pekerjaan, penggunanaan material dan permasalahannya juga

 

Setelah kegiatan selesai, maka dilaksanakan PK II (pertemuan kecamatan II)

dalam kegiatan ini meliputi penjelasan administrasi, dan kegiatan fisik, pelaporan pada masyarakat dan pengesahan apakah kegiatan ini di terima pertanggungjawabannya atau tidak oleh warga masyarakat penerima manfaat, kemudian dilanjutkan peandatangan Berita Acara Penyerahan Hasil Pekerjaan.

FOTO Dokumentasi PK 2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*